
Sabtu sore 18 April 09, saya, istri dan anak jalan-jalan sore ke alun-alun malang. Sebuah tempat yang tentunya tidak asing lagi bagi kita. Berada tepat di jantung kota Malang dan di kelilingi dengan mall, kantor pemerintahan, hotel dan masjid jami' Agung.
Begitu sampai di alun-alun, setelah memarkir motor, kami bertiga langsung menuju penjual tahu petis. Kami memang suka sekali makan tahu petis khas malang ini (petis kacang). Setelah itu kami mencari tempat duduk di tengah alun-alun, dekat bundaran air mancur. Tak lupa jagung manis bakar melengkapi camilan kami dalam menikmati suasana sore di alun-alun Malang.
Tampak keluarga-keluarga muda (ayah, ibu dan anak balita) juga menikmati suasana cerah sore di alun-alun. Pedagang kaki lima yang tampak berjualan adalah: penjual tahu petis, jagung bakar, krupuk, mainan anak, buku-buku, topi dan tidak ketinggalan komedi monyet yang meramaikan alun-alu plus pengamen yang "menghibur" pengunjung.
Tiba-tiba, para pedagang kaki lima itu lari terbirit-birit. Sudah dapat diduga, dan ini sepertinya sudah lazim, muncul bapak-bapak satpol pamong praja melakukan sidak di kawasan alun-alun. Obrakan itulah istilah sidak satpol PP versi pedagang kaki lima. Ada komentar yang sempat terdengar dari seorang pengunjung alun-alun, lha wong mereka/pedagang cari makan kok dikejar-kejar.
Karena hari sudah senja, kami pun memutuskan untuk pulang. Tak lupa kami sempatkan mengabadikan momen di alun-alun malang untuk dokumentasi keluarga. Ya, begitulah suasana sore di kawasan alun-alun Malang.

Ninggalin Jejak akh. Halo Bos Hepi. Saya pernah berkunjung kesini. Silaturahmi Bos. Saya add sekalian blog ini di blog ane ya. Salam ma istri dan si Avisa. www.hendra.ws
BalasHapus